BRMP NTT Perkuat Koordinasi Mendukung Percepatan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Ende
Ende, 8 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Timur terus memperkuat pengawalan Program Percepatan Modernisasi Pertanian melalui PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System) dalam mendukung target swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi, sosialisasi, pendampingan, serta peninjauan lapangan di Kabupaten Ende yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026.
Kegiatan dilaksanakan oleh tim BRMP NTT yang dipimpin oleh Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Berkelanjutan Tahun 2026 Kabupaten Ende Dr. Ir. Sophia Ratnawaty, M.Si., diikuti oleh Ari Priyadi, Dea Permata Sari Br Bangun, S.ST., dan Ilham Habib Davyanto Irawan, S.E. Fokus kegiatan meliputi koordinasi pelaksanaan PM-AAS, percepatan penyelesaian Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL), pendampingan penyuluh pertanian, serta pemantauan pelaksanaan berbagai program strategis pertanian di Kabupaten Ende.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Ende yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir H. Ibrahim Dean, S.P., beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut dibahas perkembangan sejumlah program strategis Kementerian Pertanian yang sedang berjalan, di antaranya pembangunan pusat hilirisasi kakao, program pompanisasi, serta usulan CPCL untuk kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (Piter). Kepala Dinas menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim BRMP NTT yang terus mendampingi pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan program swasembada pangan.
Usai pertemuan, tim BRMP NTT melanjutkan peninjauan ke Kelompok Tani Kema Sama di Desa Wologai Tengah yang sedang melaksanakan demonstrasi penanaman padi menggunakan metode PM-AAS dengan alat tanam Tabela pada lahan seluas 0,1 hektare. Demonstrasi ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan teknologi budidaya modern yang lebih efisien kepada petani sekaligus mendorong percepatan adopsi mekanisasi pertanian di Kabupaten Ende.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan melalui sosialisasi dan koordinasi bersama para penyuluh pertanian di Kantor CWS Kabupaten Ende. Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ketua Tim Kerja CWS Kabupaten Ende Nee Moh. Thamrin, S.TP., PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Ende serta para penyuluh pertanian.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian menyampaikan bahwa seluruh lahan sawah pada daerah irigasi di Kabupaten Ende telah dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya sehingga tidak terdapat lahan yang kosong. Hingga saat ini realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) telah mencapai sekitar 1.400 hektare, sementara sekitar 300 hektare lainnya masih dalam proses penanaman. Ia juga mengajak seluruh penyuluh untuk terus meningkatkan semangat dan kolaborasi dalam mendukung tercapainya target swasembada pangan.
Sementara itu, Dr. Ir. Sophia Ratnawaty, M.Si menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak keberhasilan implementasi PM-AAS. Setiap penyuluh diharapkan mampu mengawal pendampingan PM-AAS seluas 8 hektare, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi kegiatan. Selain itu, percepatan penyusunan dan penyelesaian usulan CPCL menjadi salah satu prioritas agar pelaksanaan program dapat berjalan tepat waktu dan sesuai target yang ditetapkan Kementerian Pertanian.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari pelaksanaan PM-AAS, percepatan usulan CPCL, hingga berbagai solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pendampingan kepada petani.
Selain kegiatan koordinasi, tim BRMP NTT juga melakukan peninjauan ke lokasi pembibitan kakao di Desa Nangapanda. Di lokasi tersebut terdapat sekitar 150.000 bibit kakao dari varietas Sumba MCC 01, Sumba MCC 02, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2. Tim turut melihat proses sambung pucuk yang memiliki tingkat keberhasilan sekitar 90 persen, sebagai bagian dari upaya penyediaan bibit unggul guna mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kakao di Kabupaten Ende.
Pada hari terakhir, tim melakukan monitoring ke lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2025 di Kecamatan Kelimutu. Saat kunjungan berlangsung, petani tengah melaksanakan pengolahan lahan sebagai persiapan musim tanam setelah menerima bantuan benih. Tim juga meninjau hasil pembangunan saluran irigasi tersier (Piter) sepanjang 165 meter yang mampu mengairi sekitar 18 hektare lahan sawah. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air, mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP), serta memperkuat produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Melalui rangkaian koordinasi, sosialisasi, dan monitoring lapangan ini, BRMP Nusa Tenggara Timur terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani dalam mengawal implementasi Program PM-AAS. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat modernisasi pertanian, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, serta mendukung tercapainya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Ende dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.